Dulu, nyari query yang bikin database spike itu bisa makan berhari-hari. Yang nyari capek, yang nge-fix juga capek. Sekarang? Hitungan jam — dan bonusnya, sambil belajar hal baru juga.
Ceritanya begini. Kalau kamu pernah kerja di aplikasi yang pakai ORM (Object-Relational Mapping — semacam "penerjemah otomatis" antara code dan database), pasti familiar sama situasi ini: database tiba-tiba lambat, kamu dapet raw query yang jadi biang kerok, tapi di codebase kamu nulis pakai syntax ORM yang bentuknya beda jauh dari SQL mentah itu.
Buat yang belum pernah deal sama ORM, bayangin gini: kamu nulis pesan dalam bahasa Indonesia, lalu ada "penerjemah otomatis" yang convert jadi bahasa Jepang sebelum dikirim ke penerima. Suatu hari ada masalah di pesan yang terkirim — tapi kamu cuma bisa lihat versi bahasa Jepang-nya. Nyari bagian mana dari tulisan Indonesia kamu yang bikin terjemahan-nya bermasalah? Itu effort-nya yang bikin pengen balik tidur aja.
Sekarang dengan bantuan Kiro, cukup kasih raw query + akses ke codebase, dia otomatis nyari bagian mana di code yang nge-generate query bermasalah itu. Yang dulu butuh berhari-hari, sekarang bisa selesai dalam hitungan jam — dan itu baru tahap investigasi, belum termasuk fixing-nya.
Ceritanya Kenapa Bisa Pakai Kiro
Akhir-akhir ini lagi aktif pakai Kiro di tempat kerja. Awal tahun lalu kantor dapat credits melalui program . Di tahun 2026 ini adalah tahun kedua sebagai . Suka sharing dan excited belajar hal baru — terutama di intersection cloud, AI, dan engineering productivity.
SOCIAL SHARE CARD GENERATOR